Tuesday, 14 December 2010

NGABEN

Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Seperti yg tulis di artikel ttg pitra yadnya, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar. Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll. Saya lebih setuju dgn pendapat bahwa ngaben berasal dari kata ngapen (= ngapian->ngapen->ngaben). Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh.
Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan. Untuk prosesi ngaben yg jenazahnya tidak ada dilakukan dengan membuat simbol dan mengambil sekepal tanah dilokasi meninggalnya kemudian dibakar. Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya. Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga akan menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon (memandikan jenazah). Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu. Selesai memandikan, jenazah akan dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh. Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenazah akan dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu.Disini kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (biasanya dari clan brahmana). Pralina adalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin. Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali. Ada catatan lain yaitu utk bayi yg berumur dibawah 42 hari dan atau belum tanggal gigi, jenazahnya harus dikubur. Ngabennya dilakukan mengikuti ngaben yg akan ada jika ada  keluarganya meninggal.

Thursday, 9 December 2010

Paket Wisata Ke Bali: Cara Mudah Keliling Bali

Paket Wisata Ke Bali: Cara Mudah Keliling Bali

Cara Mudah Keliling Bali

Bagi wisatawan yang ingin kebebasan untuk mengeksplore Bali sangat tidak tepat jika berlibur ke Bali dengan membeli paket tour. Cara yang paling tepat adalah menyewa mobil dan menyetir sendiri. Satu mobil bisa diisi sekitar 4-6 orang tergantung jenis mobilnya. Keuntungannya adalah tidak terkungkung oleh jadwal yang biasa terjadi dalam paket tour. Wisatawan akan bebas memilih dan menentukan sendiri tempat mana saja yang akan dikunjungi dan juga bebas jam berapa mau berangkat dan jam berapa mau pulang. Bisa saja diatur sendiri. Hari pertama keliling Bali utara, lalu menginap disana. Jika menginap tentu penumpang tidak bisa diisi terlalu banyak penumpang karena juga harus ada tempat untuk bagasi. Hari kedua ke Bali timur, hari ke tiga ke Bali tengah dan hari ke empat ke Bali selatan.  Jadi keliling Bali dalam waktu 4 hari. Mobil sewa bisa diantar ke Bandara dan terakhir waktu pengembalian juga di serahkan di Bandara. Tentu saja anda harus membawa peta Bali dan harus rajin bertanya. Tapi tidak masalah Bali sudah ramai dengan orang. Dimanapun hampir tidak ada tempat yang tidak ada penduduknya. Untuk kawasan Bali utara, timur, dan tengah mencari penginapan juga mudah. Harga bisa nego karena relatip sepi wisatawan. Untuk mencari tempat makanpun anda bisa pilih dimana saja sesuai dengan kantong. Jika memang mau ekplor Bali tidak ada salahnya untuk berkeliling Bali dengan mobil sewaan. Jika anda patungan berempat dan harga sewa sehari 200 ribu maka satu orang harus bayar 50 ribu. Jika mau menginap yang harga 200 ribu dan diisi empat orang, maka biaya penginapan dan transport setiap orang 100 ribu. Jika mau 4 hari biaya 400 ribu ditambah dengan biaya makan selama 4 hari. Untuk makan di warung 15 ribu juga ada. Itu sudah termasuk minum. Jadi sudah bisa dihitung sendiri berapa butuh biaya jika mau keliling Bali.
Selain wisata darat keliling Bali wisata petualangan dengan naik kapal Pesiar Bali Hai juga bisa menjadi alternatip yang lain. Dengan wisata Bali hai banyak aktivitas wisata air yang bisa dilakukan antara lain main kano, snorkling, banana boat, jetsky dan lain-lain. Bisa main sepuasnya. Atau jika mau jalan-jalan ke kampung atau desa di Pulau Nusa Lembongan juga bisa karena kapal pesiar ini mempunyai rute perjalanan dari pelabuhan Benoa ke arah pulau Nusa lembongan. Berangkat pagi jam 9 kembali ke Benoa jam 4. Kemudian penumpang akan di drop ke hotel masing-masing. Mau mencoba?

Monday, 6 December 2010

Seafood di Denpasar

Pusing cari tempat makan yang enak dan harga terjangkau di Denpasar? Setelah mengunjungi Grand Seaview Café di Jimbaran kali saja anda pengin mencicipi masakan seafood yang ikannya masih segar di area Denpasar atau Sanur. Coba deh di Warung Be Paseh di kawasan Renon. Tempatnya luas dan nyaman. Ada iringan lagu dan organ terutama pada malam minggu. Jika bawa rombongan bisa terasa nyaman. Paket makan seafood masih di kisaran harga Rp 30.000/paket/orang. Be paseh juga punya cabang lain di daearah Gatot Subroto. Menu dan harga juga dalam kisaran angka yang sama. Selain itu juga ada Restoran Baruna. Masih di area Renon juga. Harga tergantung pada ikan yang diinginkan. Ada ikan laut dan air tawar. Harga sedikit di atas warung Be Paseh. Kalau mau makan seafood di kawasan Sanur ada baiknya mampir ke Warung Kantih. Tempatnya lumayan strategis. masakannya juga enak. Harganya lebih moderate disbanding dengan harga-harga di Jimbaran. Cuma tempatnya saja yang tidak di tepi pantai. Kalau masakannya bisa dibilang lebih dari rata-rat enaknya. Soal harga wah menantang banget. Menu Ikan bakar, plecing kangkun, nasi putih hanya Rp 20.000. Tambah minum paling cuma Rp 25.000. Jika mau paket udang bakar harga hanya Rp 30.000. Itupun nasinya sudah 1 bakul bisa berdua. nasinya doing yang bisa berdua udangnya tentu harus sendiri-sendiri. Harga minuman juga standard banget. Coca cola Rp 5000, aqua Rp 4000, Teh hangat Rp 3000, Es Jeruk Rp 5000. Tentu dengan harga segitu lebih pede jika mau makan di tempat tersebut.